“Ambilkan bulan
bu ... ambilkan bulan buu, yang slalu bersinar di langit ... !” Suara nyanyian
Annie dikamar mandi terdengar oleh Hannie, saudara kembarnya.
“Aargh ... !! Jangan nyanyikan lagu itu!” Teriak Hannie, karena ia tidak menyukai lagu itu. Menurut Hannie lagu itu terlalu lembut dan kekanak-kanakan, padahal Annie saudara kembarnya sangat suka lagu itu. Namun sayang suaranya tak sebagus suara Hannie. Setiap Annie menyanyikan lagu itu Hannie selalu memarahi Annie, sampai-sampai Hannie pernah memecahkan vas bunga hanya gara-gara lagu itu. Hannie menyukai lagu yang beat.
“Aargh ... !! Jangan nyanyikan lagu itu!” Teriak Hannie, karena ia tidak menyukai lagu itu. Menurut Hannie lagu itu terlalu lembut dan kekanak-kanakan, padahal Annie saudara kembarnya sangat suka lagu itu. Namun sayang suaranya tak sebagus suara Hannie. Setiap Annie menyanyikan lagu itu Hannie selalu memarahi Annie, sampai-sampai Hannie pernah memecahkan vas bunga hanya gara-gara lagu itu. Hannie menyukai lagu yang beat.
“Awas kalau kamu
masih menyanyikan lagu itu. Aku tidak segan-segan akan membunuh mu!” Kata-kata Hannie
mulai membakar emosi.
“Astagfirullah,
non tidak boleh berkata seperti itu. Non Annie itu adik non Hannie !” Nasehat
Dahlia. Dahlia adalah pembantu di rumah Hannie dan Annie
Walaupun mereka saudara kembar, meraka
sangat jarang akur. Hannie yang lebih tua dari Annie selalu tak mau mengalah.
Bunda dan ayah mereka sangat sibuk, sehingga jarang sekali memperhatikan Hannie
dan Annie. Sekarang, orang tua mereka sedang keluar kota untuk urusan bisnis.
Siang
hari terasa sangat bosan. “Annie, kita jalan-jalan yuk?” Ajak Hannie. Tetapi,
tak ada jawaban sama sekali. Hannie pun mencari Annie ke kamarnya.Terlihat
seorang gadis yang sedang tidur di ranjang. Yap ... itu adalah Annie. “Ahh
payah ... Annie tidur! BT banget.” Keluh Hannie.
“Kriing ... !!!
“
Terdengar suara bell rumah. Hannie segera berlari ke depan untuk membukakan
pintu.Ternyata yang datang adalah Keyla, saudara sepupu Hannie.
“Keyla ...
silakan masuk!” Suguh Hannie.
“Iya terima kasih
...” Jawab Keyla sopan.
Keyla
memang anaknya sopan dan bijaksana, Hannie dan Annie pun menyukainya. Keyla
datang ke rumah Hannie hanya sekedar bermain saja. Rencananya Hannie akan
mengajak Keyla untuk pergi ke Time Zone di Mall. “Keyla, hari ini aku sangat
bosan ... kita ke time zone yuk?” Ajak Hannie. “Yuk ... eeeits ! Annie dimana ?
Dari tadi kok nggak muncul.” Cari Keyla, karena sedari tadi tidak melihat Annie.
“Annie sedang tidur siang, biarin aja dia nggak usah diajak.” Jawab Hannie.
“Hei ! Bagaimana pun juga dia adikmu.Ya sudahlah mari kita berangkat, kasihan
kalau Annie di bangunkan. ”Kata Keyla. “Perhatian banget sih.” Kata Hannie
sinis. Lalu Hannie memanggil Pak Tyo, supir pribadi Hannie dan Annie untuk
menyiapkan mobilnya.
Sesampainya
di Mall, Hannie dan Keyla pun segera turun dari mobil. Mereka langsung pergi ke
lantai paling atas untuk bermain time zone. Di lift mereka bertemu dengan dua
orang yang berbadan besar. Tampangnya cukup menyeramkan, dan terlihat jahat.
Hannie tak berani mengeluarkan Blackberry yang tadi ia pegang terus. Tetapi
berbeda dengan Keyla yang di lift bermain I-Phone, Hannie menyodok pelan perut
Keyla untuk memperingatkan tentang kedua orang tersebut. Akhirnya mereka tiba
di lantai paling atas, ketika keluar dari lift dan saat itu juga Keyla mencoba
memasukan I-Phone kedalam saku celananya. Tanpa di sadari, I-Phone Keyla jatuh.
Hannie sudah membeli koin terlebih dahulu, dan Keyla meyusulnya. Mereka bermain
di Mall sepuasnya, karena ATM Hannie sudah di transfer uang oleh bunda Hannie.
Ketika asyik bermain, tiba-tiba kedua orang yang ada di lift tadi menemui
Keyla.
“Maaf dik,
kurasa ini milikmu, ini tadi saya temukan di dekat pintu lift.” Jelas orang
asing itu. Sambil mengasihkan I-Phone Keyla.
“Iya,
terimakasih.” Jawab Keyla, sekalian berterimakasih, karena sudah menyelamatkan
I-Phone-nya.
“Sama-sama.” Kata orang itu.
“Sama-sama.” Kata orang itu.
“Om namanya
siapa? Orang mana?” Tanya Hannie, karena dia penasaran.
“Saya Willy dari
Jakarta Selatan, saya ke Bandung karena ada urusan.” Jelas Om Willy panjang
lebar kali tinggi. Hehehe ...
Hannie dan Keyla mengajak Om Willy
dan temannya itu ke salah satu tempat makan di Mall itu. Supaya lebih nyaman
mengobrol, setelah mengobrol banyak ternyata Om Willy adalah pemilik studio
terkenal di kotanya.Ke Jakarta Om Willy sedang mencari orang yang berbakat
menyanyi dan ingin menyalurkan bakatnya. Hannie teringat sesuatu.
“Keyla ...
menurutmu Annie itu suka menyanyi kan?” Tanya Hannie.
“Iya, kita
tawari saja Annie.” Usul Keyla.
“Exelent!” Seru
Hannie.
Lalu Hannie dan Keyla menceritakan
tentang hobi Annie yang suka menyanyi ke Om Willy. Tak terasa hari semakin
gelap, Keyla melihat jam tangannya ternya sudah jam 6 sore. Wow ... mereka
telah mengobrol sekitar 3 jam-an. Om Willy berpamitan pulang,Hannie dan Keyla
pun juga ikut pulang.
“Assalammu’alaikum
... Pak Tyo, jemput saya ya?” Pinta Hannie didalam telepon.
“Iya non!” Jawab
Pak Tyo.
Jam setengah tujuh mereka sampai
dirumah. Keyla di antar pulang ke rumah oleh Pak Tyo. Rumah terlihat sepi,
hanya ada Dahlia dan kucing kesayangan Annie. Tetapi, Annie tak terlihat sama
sekali, Hannie pun tak menghiraukannya. Dia pikir sebentar lagi Annie pasti
terlihat. Sampai jam 9 Annie tak juga terlihat, akhirnya Hannie mencari Annie
ke kamarnya. Annie berbaring lemas di ranjangnya, Hannie langsung memegang dahi
Annie.
“Suhu badan mu
tinggi sekali !” Seru Hannie. Annie hanya melihat Hannie.
“Dahliaaa ...
!” Teriak Hannie dari lantai dua.
“Iya non ...”
Jawab Dahlia. Dahlia langsung berlari ke kamar Annie.
“Tolong
panggilkan dokter.” Pinta Hannie segera. Hannie tampak cemas melihat Annie
adiknya berbaring lemas.
Setelah menunggu beberapa menit,
dokter pun datang dan segera memeriksa keadaan Annie. Selang beberapa menit
dokter keluar dari kamar Annie.
“Dokter
bagaimana keadaan adik saya?” Tanya Hannie menyerbu.
“Penyakit tifus
Annie kambuh ...” Jawab dokter. Hannie tak tau kalau Annie mempunyai penyakit
tifus.
“Sejak kapan
adik saya mempunyai penyakit tifus dok?” Tanya Hannie kembali.
“Apakah kamu
tidak tau? Annie memiliki penyakit itu sejak setahun lalu. Jika suhu badan
Annie bertambah ia harus segera di bawa ke rumah sakit.” Jelas dokter. Dokter
memberikan beberapa bungkus obat yang harus diminum Annie, agar ia cepat
sembuh. Dahlia mengambilkan segelas penuh air putih, dan Hannie mengambilkan
obat Annie. Setelah meminum obat Annie langsung tertidur pulas. Hannie sengaja
tidak memberi tahu bunda tentang keadaan Annie, karena Hannie takut menggangu
pekerjaan sang bunda.
Keesokan harinya, Hannie mengecek
suhu tubuh Annie. Tetapi, suhu tubuhnya tak turun sama sekali. Hannie meminta
ijin untuk tidak masuk sekolah dan tak lupa mengijinkan Annie. Dahlia dan
Hannie langsung mengantar Annie ke rumah sakit. Di perjalanan Hannie menelpon
bunda untuk memberi tahu tentang keadaan Annie.
“Assalamu’aliakum
... bunda” Salam Hannie kepada bunda.
“Wa’alaikumsalam
... ada apa sayang?” Tanya bunda. Tanpa
basa basi Hannie langsung menceritakan semua kepada bunda, dan hari itu juga
bunda pulang untuk menemui Annie.
Sesampainya di rumah sakit. Annie
langsung diperiksa oleh dokter, dan dia harus di rawat di rumah sakit untuk
beberapa hari kedepan. Dahlia pulang untuk mengambil beberapa baju Annie, dan
Hannie menemani adik sekaligus saudara kembarnya di rumah sakit. Siang harinya
bunda datang, bunda langsung datang ke rumah sakit untuk menemui Annie.
“Sayang, Annie
dirawat diruang nomor berapa?” Tanya bunda kepada Hannie. Hannie dan bunda
sudah bertemu di depan rumah sakit.
“Di kamar Melati
nomor 2.” Jawab Hannie. Hannie dan bunda segera menuju kamar Annie. Bunda
terlihat sangat panik. Di sana sudah ada Dahlia yang menemani Annie. Bunda
langsung memeluk Annie.
“Bunda ... ”
Kata Annie dengan lemas.
“Iya sayang ...
kemarin kamu tidak makan siang ya?” Tanya bunda.
“Iya Bun, Annie
lupa.” Jawab Annie.
“Iya kan pasti
gara-gara nggak makan siang, kamu harus menjaga pola makanmu.” Nasehat bunda
mulai berkata-kata.
“Aah, bunda
kalau sama Annie saja disayang-sayang. Biarkan saja dia sakit!” Seru Hannie.
Hannie tampak iri dengan kasih sayang bunda ke Annie adiknya yang sedang
terbaring lemah di rumah sakit.
“Astagfirullah
!!! Hannie sayang, bunda tak seperti itu, bunda sayang kalian berdua.” Kata
Bunda lembut, sambil merangkul Hannie. Tak lama setelah itu, dokter datang untuk
memeriksa keadaan Annie.
“Bagus, banyak
berkembangan dari Annie saat ini.” Kata dokter senang.
“Hah ... hanya
dengan ada bunda Annie pun sembuh. Iih dasar anak manja!” Kata Hannie ketus.
Annie tak merespon kata-kata Hannie. Omongan Hannie tak digubris oleh bunda.
“Alhamdulillah
ya ...” Syukur bunda sambil tersenyum. Tiba-tiba Blackberry Hannie berdering,
ternyata dari Om Willy yang menanyakan tentang Annie, yang akan mengikuti
audisi. Hannie menyeritakan semuanya,tetapi dengan cemberut. Akhirnya Om Willy
memutuskan untuk datang ke rumah sakit tempat Annie di rawat. Om Willy tampak
bingung membedakan Hannie dan Annie. Om Willy mengira Hannie yang sakit dan di
rawat di rumah sakit. Ternyata Annie adik Hannie yang diceritakan kepada Om Willy.
Setelah itu Hannie pun keluar dengan membanting pintu. Bunda hanya
menggelengkan kepala, melihat sikap Hannie salah satu bidadari cantiknya.
Satu minggu telah berlalu, dan Annie
sudah di perbolehkan untuk pulang. Sesampainya di rumah Annie sangat senang
karena bisa kembali ke rumah, dan mendapatkan kesempatan audisi di tempat Om Willy.
Berbeda dengan Hannie dengan kehadiran Annie, ia menjadi tidak senang karena
masalah di rumah sakit kemarin. Keesokan harinya Hannie mengantar Annie menemui
Om Willy di studionya yang ada di Bandung. Kali ini Hannie sudah agak membaik
dan emosinya sudah kembali, hari ini Hannie berpenampilan berbeda dengan
hari-hari sebelumnya, sekarang Hannie perpenampilan girly. Annie pun sempat pangkling melihat Hannie kakaknya
berpenampilan seperti itu. Pak Tyo telah siap di depan dengan mobilnya. Hannie
dan Annie segera keluar tak lupa berpamitan dengan bunda. Bunda sangat senang
dan mendukung Annie dalam audisi itu. Walau pun Hannie berwajah mendung.
“Let’s go Pak
Tyo ... !!” Seru Annie girang.
Di perjalanan Annie sangat senang
sehingga sepanjang perjalanan dia berlatih menyanyi. “Ambilkan bulan bu ...
ambilkan bulan buu ... yang slalu bersinar di langit, di langit bulan ...”
Nyanyian Annie terpotong oleh Hannie kakaknya. Lagi-lagi Hannie memarahi Annie,
karena dia tidak suka lagu itu. Tetapi Annie tetap melanjutkan bertujuan agar
kakaknya menjadi suka dengan lagu itu.
“Tidak ada lagu
lain apa?” Tanya Hannie.Tetapi tetap tak dihiraukan, Annie memang bersifat
cuek.
Sesampainya di studio Om Willy. Wow
... Ternyata besar juga studio Om Willy, mereka segera masuk untuk menemui Om Willy.
Di dalam ternyata sudah ramai orang menganteri untuk audisi. Annie melihat Om Willy
sedang sibuk megurusi peserta-peserta yang ikut audisi.
“Om Billy ...”
Panggil Hannie.
“Hannie, Annie
...” Jawab Om Willy.
“... Selamat
datang di studio saya ...” Sambut Om Willy.
Annie mendapat nomer 100, audisi di
mulai jam 9 pagi dan di akhiri jam 3 sore. Mana mungkin sampai jam 3 akan menyelesaikan
audisi? Pasti akan sampai dua hari untuk menyelesaikan audisi dengan 210
peserta. Hannie dan Annie menunggu di ruang tunggu, Hannie merasa bosan lalu ia
pergi ke kamar mandi untuk membasuh mukanya. Kemungkinan Annie akan dipanggil
untuk audisi pada jam 1 siang. Hannie mengajak Annie untuk makan siang terlebih
dahulu. Ternyata pas! Ketika mereka datang di studio Annie langsung di panggil
untuk audisi.
“Nomer urut 100,
dengan nama Annie Kingsley. Silakan naik ke atas panggung.” Panggil MC.
“Hannie, do’akan
aku ya ...” Pinta Annie. Tanpa ragu-ragu Annie segera naik ke atas panggung. Hannie
merasa lebih membaik, ia menelpon bunda untuk meminta do’a.
“Five, six, seven,
eight ...” Aba-aba dari salah satu juri.
“Bismillahirohmannirohim
... Ambilkan bulan buu, ambilkan bulan buu, yang slalu bersinar di langit, di
langit bulan benderang cahayanya sampai ke bintang, ambilkan bulan buu,ambilkan
bulan bu untuk menerangi tidurku yang lelap...” Nyanyi Annie. Hannie duduk di
kursi penonton terharu, karena dia sangat menghayati lagu itu. Tanpa di sadari
Hannie pun pelan-pelan menyukai lagu itu.
“Lumayan ...”
Komentar Hannie, dengan agak sinis.
“Terimakasih, maafkan
aku Hannie?” Mohon Annie.
“Ya! Permintaan
maafmu diterima.” Jelas Hannie
“Bagaimana kalau
kamu ikut bernyanyi dengan ku?” Pinta Annie.
“Hm ... Boleh.”
Jawab Hannie. Tanpa pikir panjang Hannie segera naik ke panggung bersama Annie.
Mereka berduet dengan membawakan lagu ‘Ambilkan Bulan Bu’. Hannie dan Annie tak
menyadari bahwa sedari tadi bunda dan ayah melihatnya. Bunda menangis terharu
melihat kedua bidadari cantiknya bernyanyi bersama.
Setelah turun dari panggung,
“AMAZING ... !!!” Teriak MC itu. Para juri pun juga berkomentar sama. Bunda dan
ayah menghampiri Hannie dan Annie, mereka tersenyum bahagia, dari kejauhan
tampak Om Willy tersenyum dan mengacungkan jempol kepada Hannie dan Annie. Tiga
hari kemudian, mereka kembali datang ke studio Om Willy, mereka akan melihat
pengumuman juara. Hari ini Hannie dan Annie di antar oleh ayah dan bunda.
Karena ayah dan bunda sudah lepas tangan dari pekerjaanya, Hannie dan Annie
merasa sangat senang.
Sesampai di studio Om Willy, Hannie
dan Annie segera masuk ke dalam untuk melihat pengumuman. “Horeee ... !” Teriak
Hannie yang sudah masuk terlebih dahulu. Lalu Annie, bunda dan ayah megikuti.
Ternyata Hannie berteriak karena Hannie dan Annie mendapatkan juara pertama
dengan skor 95, mereka segera menemui Om Willy, untuk mengucapkan terimakasih.
Om Willy menawari Hannie dan Annie untuk rekaman di studionya. Setelah ijin
kepada bunda, dan bunda memperbolehkan mereka karena bunda sangat mendukung
bakat kedua bidadari cantiknya tersebut. Sejak hari itu Hannie dan Annie
menjadi sibuk. Satu minggu kemudian single
mereka dirilis, dan dipasarkan.
Hannie dan Annie mendapatkan kontrak
menyanyi dari panggung ke panggung. Tetapi sebelum itu Hannie dan Annie rajin
melatih fokal untuk memperbaiki suara mereka. Bunda selalu menyemangati dan
mendo’akan bidadari cantiknya agar karir menyanyinya sukses. Single pertama mereka berjudul ‘Ambilkan
Bulan Bu’. Lagu yang dulu di benci Hannie, tetapi sekarang Hannie menyukai lagu
itu. Hannie dan Annie juga tidak melupakan sekolah mereka, walaupun mereka
mempunyai jadwal yang padat Hannie dan Annie tetap menyempatkan untuk belajar.
Bunda adalah malaikat serta pahlawan bagi Hannie dan Annie, bunda sudah
mendukung dan menyemangati bidadari cantiknya. Hannie dan Annie sepakat untuk
single keduanya berjudul ‘BUNDA’.
“Annie,
bagaimana jika single kedua kita berjudul ‘Bunda’ ?” Usul Hannie.
“Hmm ... Bisa
juga.” Jawab Annie singkat. Sejak itu Hannie sudah menjadi lebih dewasa, mau
mengalah dengan Annie adiknya. Mereka jadi akur dan saling mengerti satu sama
lain.
Berbaiklah kepada saudaramu, karena
saudara adalah teman paling dekat dan seseorang yang akan membantu kita jika
dalam masalah. Maka sayangilah saudara-saudaramu. Do your best if you want get
the best! Allahuakbar!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar