Minggu, 20 Mei 2012

Jumat, 11 Mei 2012

First Love- Nikka Costa

Ev'ry one can see
There's a change in me
They all say I'm not the same
Kid I used to be
Don't go out and play
I just dream all day
They don't know what's wrong whit me
And I'm too shy to say

Reff :
It's my first love
What I'm dreamin' of
When I go to bed
When I lay my head upon my pillow
Don't know what to do

My first love
Thinks that I'm too young
He doesn't even know
Wish that I could show him
What I'm feelin'
'cause I'm feelin' my first love

(instrumental)

Mirror on the wall
Does he care at all
Will he ever notice me
Could he ever fall
Tell me teddy bear
Why love is so unfair
Will I ever find a way
An answer to my prayer

For my first love
What I'm dreamin' of
When I go to bed
When I lay my head upon my pillow
Don't know what to do

My first love
Thinks that I'm to young
He doesn't even know
Wish that I could show him what I'm feelin'
'cause I'm feelin' my first love
My first love

Selasa, 01 Mei 2012

Cerpen Koe- My Favorite Stage..


“Ambilkan bulan bu ... ambilkan bulan buu, yang slalu bersinar di langit ... !” Suara nyanyian Annie dikamar mandi terdengar oleh Hannie, saudara kembarnya.
“Aargh ... !! Jangan nyanyikan lagu itu!” Teriak Hannie, karena ia tidak menyukai lagu itu. Menurut Hannie lagu itu terlalu lembut dan kekanak-kanakan, padahal Annie saudara kembarnya sangat suka lagu itu. Namun sayang suaranya tak sebagus suara Hannie. Setiap Annie menyanyikan lagu itu Hannie selalu memarahi Annie, sampai-sampai Hannie pernah memecahkan vas bunga hanya gara-gara lagu itu. Hannie menyukai lagu yang beat.
“Awas kalau kamu masih menyanyikan lagu itu. Aku tidak segan-segan akan membunuh mu!” Kata-kata Hannie mulai membakar emosi.
“Astagfirullah, non tidak boleh berkata seperti itu. Non Annie itu adik non Hannie !” Nasehat Dahlia. Dahlia adalah pembantu di rumah Hannie dan Annie
            Walaupun mereka saudara kembar, meraka sangat jarang akur. Hannie yang lebih tua dari Annie selalu tak mau mengalah. Bunda dan ayah mereka sangat sibuk, sehingga jarang sekali memperhatikan Hannie dan Annie. Sekarang, orang tua mereka sedang keluar kota untuk urusan bisnis.
Siang hari terasa sangat bosan. “Annie, kita jalan-jalan yuk?” Ajak Hannie. Tetapi, tak ada jawaban sama sekali. Hannie pun mencari Annie ke kamarnya.Terlihat seorang gadis yang sedang tidur di ranjang. Yap ... itu adalah Annie. “Ahh payah ... Annie tidur! BT banget.” Keluh Hannie.
“Kriing ... !!!   Terdengar suara bell rumah. Hannie segera berlari ke depan untuk membukakan pintu.Ternyata yang datang adalah Keyla, saudara sepupu Hannie.
“Keyla ... silakan masuk!” Suguh Hannie.
“Iya terima kasih ...” Jawab Keyla sopan.
Keyla memang anaknya sopan dan bijaksana, Hannie dan Annie pun menyukainya. Keyla datang ke rumah Hannie hanya sekedar bermain saja. Rencananya Hannie akan mengajak Keyla untuk pergi ke Time Zone di Mall. “Keyla, hari ini aku sangat bosan ... kita ke time zone yuk?” Ajak Hannie. “Yuk ... eeeits ! Annie dimana ? Dari tadi kok nggak muncul.” Cari Keyla, karena sedari tadi tidak melihat Annie. “Annie sedang tidur siang, biarin aja dia nggak usah diajak.” Jawab Hannie. “Hei ! Bagaimana pun juga dia adikmu.Ya sudahlah mari kita berangkat, kasihan kalau Annie di bangunkan. ”Kata Keyla. “Perhatian banget sih.” Kata Hannie sinis. Lalu Hannie memanggil Pak Tyo, supir pribadi Hannie dan Annie untuk menyiapkan mobilnya.
Sesampainya di Mall, Hannie dan Keyla pun segera turun dari mobil. Mereka langsung pergi ke lantai paling atas untuk bermain time zone. Di lift mereka bertemu dengan dua orang yang berbadan besar. Tampangnya cukup menyeramkan, dan terlihat jahat. Hannie tak berani mengeluarkan Blackberry yang tadi ia pegang terus. Tetapi berbeda dengan Keyla yang di lift bermain I-Phone, Hannie menyodok pelan perut Keyla untuk memperingatkan tentang kedua orang tersebut. Akhirnya mereka tiba di lantai paling atas, ketika keluar dari lift dan saat itu juga Keyla mencoba memasukan I-Phone kedalam saku celananya. Tanpa di sadari, I-Phone Keyla jatuh. Hannie sudah membeli koin terlebih dahulu, dan Keyla meyusulnya. Mereka bermain di Mall sepuasnya, karena ATM Hannie sudah di transfer uang oleh bunda Hannie. Ketika asyik bermain, tiba-tiba kedua orang yang ada di lift tadi menemui Keyla.
“Maaf dik, kurasa ini milikmu, ini tadi saya temukan di dekat pintu lift.” Jelas orang asing itu. Sambil mengasihkan I-Phone Keyla.
“Iya, terimakasih.” Jawab Keyla, sekalian berterimakasih, karena sudah menyelamatkan I-Phone-nya.
“Sama-sama.” Kata orang itu.
“Om namanya siapa? Orang mana?” Tanya Hannie, karena dia penasaran.
“Saya Willy dari Jakarta Selatan, saya ke Bandung karena ada urusan.” Jelas Om Willy panjang lebar kali tinggi. Hehehe ...
            Hannie dan Keyla mengajak Om Willy dan temannya itu ke salah satu tempat makan di Mall itu. Supaya lebih nyaman mengobrol, setelah mengobrol banyak ternyata Om Willy adalah pemilik studio terkenal di kotanya.Ke Jakarta Om Willy sedang mencari orang yang berbakat menyanyi dan ingin menyalurkan bakatnya. Hannie teringat sesuatu.
“Keyla ... menurutmu Annie itu suka menyanyi kan?” Tanya Hannie.
“Iya, kita tawari saja Annie.” Usul Keyla.
“Exelent!” Seru Hannie.
            Lalu Hannie dan Keyla menceritakan tentang hobi Annie yang suka menyanyi ke Om Willy. Tak terasa hari semakin gelap, Keyla melihat jam tangannya ternya sudah jam 6 sore. Wow ... mereka telah mengobrol sekitar 3 jam-an. Om Willy berpamitan pulang,Hannie dan Keyla pun juga ikut pulang.
“Assalammu’alaikum ... Pak Tyo, jemput saya ya?” Pinta Hannie didalam telepon.
“Iya non!” Jawab Pak Tyo.
            Jam setengah tujuh mereka sampai dirumah. Keyla di antar pulang ke rumah oleh Pak Tyo. Rumah terlihat sepi, hanya ada Dahlia dan kucing kesayangan Annie. Tetapi, Annie tak terlihat sama sekali, Hannie pun tak menghiraukannya. Dia pikir sebentar lagi Annie pasti terlihat. Sampai jam 9 Annie tak juga terlihat, akhirnya Hannie mencari Annie ke kamarnya. Annie berbaring lemas di ranjangnya, Hannie langsung memegang dahi Annie.
“Suhu badan mu tinggi sekali !” Seru Hannie. Annie hanya melihat Hannie.
“Dahliaaa ... !”  Teriak Hannie dari lantai dua.
“Iya non ...” Jawab Dahlia. Dahlia langsung berlari ke kamar Annie.
“Tolong panggilkan dokter.” Pinta Hannie segera. Hannie tampak cemas melihat Annie adiknya berbaring lemas.
            Setelah menunggu beberapa menit, dokter pun datang dan segera memeriksa keadaan Annie. Selang beberapa menit dokter keluar dari kamar Annie.
“Dokter bagaimana keadaan adik saya?” Tanya Hannie menyerbu.
“Penyakit tifus Annie kambuh ...” Jawab dokter. Hannie tak tau kalau Annie mempunyai penyakit tifus.
“Sejak kapan adik saya mempunyai penyakit tifus dok?” Tanya Hannie kembali.
“Apakah kamu tidak tau? Annie memiliki penyakit itu sejak setahun lalu. Jika suhu badan Annie bertambah ia harus segera di bawa ke rumah sakit.” Jelas dokter. Dokter memberikan beberapa bungkus obat yang harus diminum Annie, agar ia cepat sembuh. Dahlia mengambilkan segelas penuh air putih, dan Hannie mengambilkan obat Annie. Setelah meminum obat Annie langsung tertidur pulas. Hannie sengaja tidak memberi tahu bunda tentang keadaan Annie, karena Hannie takut menggangu pekerjaan sang bunda.
            Keesokan harinya, Hannie mengecek suhu tubuh Annie. Tetapi, suhu tubuhnya tak turun sama sekali. Hannie meminta ijin untuk tidak masuk sekolah dan tak lupa mengijinkan Annie. Dahlia dan Hannie langsung mengantar Annie ke rumah sakit. Di perjalanan Hannie menelpon bunda untuk memberi tahu tentang keadaan Annie.
“Assalamu’aliakum ... bunda” Salam Hannie kepada bunda.
“Wa’alaikumsalam ...  ada apa sayang?” Tanya bunda. Tanpa basa basi Hannie langsung menceritakan semua kepada bunda, dan hari itu juga bunda pulang untuk menemui Annie.
            Sesampainya di rumah sakit. Annie langsung diperiksa oleh dokter, dan dia harus di rawat di rumah sakit untuk beberapa hari kedepan. Dahlia pulang untuk mengambil beberapa baju Annie, dan Hannie menemani adik sekaligus saudara kembarnya di rumah sakit. Siang harinya bunda datang, bunda langsung datang ke rumah sakit untuk menemui Annie.
“Sayang, Annie dirawat diruang nomor berapa?” Tanya bunda kepada Hannie. Hannie dan bunda sudah bertemu di depan rumah sakit.
“Di kamar Melati nomor 2.” Jawab Hannie. Hannie dan bunda segera menuju kamar Annie. Bunda terlihat sangat panik. Di sana sudah ada Dahlia yang menemani Annie. Bunda langsung memeluk Annie.
“Bunda ... ” Kata Annie dengan lemas.
“Iya sayang ... kemarin kamu tidak makan siang ya?” Tanya bunda.
“Iya Bun, Annie lupa.” Jawab Annie.
“Iya kan pasti gara-gara nggak makan siang, kamu harus menjaga pola makanmu.” Nasehat bunda mulai berkata-kata.
“Aah, bunda kalau sama Annie saja disayang-sayang. Biarkan saja dia sakit!” Seru Hannie. Hannie tampak iri dengan kasih sayang bunda ke Annie adiknya yang sedang terbaring lemah di rumah sakit.
“Astagfirullah !!! Hannie sayang, bunda tak seperti itu, bunda sayang kalian berdua.” Kata Bunda lembut, sambil merangkul Hannie. Tak lama setelah itu, dokter datang untuk memeriksa keadaan Annie.
“Bagus, banyak berkembangan dari Annie saat ini.” Kata dokter senang.
“Hah ... hanya dengan ada bunda Annie pun sembuh. Iih dasar anak manja!” Kata Hannie ketus. Annie tak merespon kata-kata Hannie. Omongan Hannie tak digubris oleh bunda.
“Alhamdulillah ya ...” Syukur bunda sambil tersenyum. Tiba-tiba Blackberry Hannie berdering, ternyata dari Om Willy yang menanyakan tentang Annie, yang akan mengikuti audisi. Hannie menyeritakan semuanya,tetapi dengan cemberut. Akhirnya Om Willy memutuskan untuk datang ke rumah sakit tempat Annie di rawat. Om Willy tampak bingung membedakan Hannie dan Annie. Om Willy mengira Hannie yang sakit dan di rawat di rumah sakit. Ternyata Annie adik Hannie yang diceritakan kepada Om Willy. Setelah itu Hannie pun keluar dengan membanting pintu. Bunda hanya menggelengkan kepala, melihat sikap Hannie salah satu bidadari cantiknya.
            Satu minggu telah berlalu, dan Annie sudah di perbolehkan untuk pulang. Sesampainya di rumah Annie sangat senang karena bisa kembali ke rumah, dan mendapatkan kesempatan audisi di tempat Om Willy. Berbeda dengan Hannie dengan kehadiran Annie, ia menjadi tidak senang karena masalah di rumah sakit kemarin. Keesokan harinya Hannie mengantar Annie menemui Om Willy di studionya yang ada di Bandung. Kali ini Hannie sudah agak membaik dan emosinya sudah kembali, hari ini Hannie berpenampilan berbeda dengan hari-hari sebelumnya, sekarang Hannie perpenampilan girly. Annie pun sempat pangkling melihat Hannie kakaknya berpenampilan seperti itu. Pak Tyo telah siap di depan dengan mobilnya. Hannie dan Annie segera keluar tak lupa berpamitan dengan bunda. Bunda sangat senang dan mendukung Annie dalam audisi itu. Walau pun Hannie berwajah mendung.
“Let’s go Pak Tyo ... !!” Seru Annie girang.
            Di perjalanan Annie sangat senang sehingga sepanjang perjalanan dia berlatih menyanyi. “Ambilkan bulan bu ... ambilkan bulan buu ... yang slalu bersinar di langit, di langit bulan ...” Nyanyian Annie terpotong oleh Hannie kakaknya. Lagi-lagi Hannie memarahi Annie, karena dia tidak suka lagu itu. Tetapi Annie tetap melanjutkan bertujuan agar kakaknya menjadi suka dengan lagu itu.
“Tidak ada lagu lain apa?” Tanya Hannie.Tetapi tetap tak dihiraukan, Annie memang bersifat cuek.
            Sesampainya di studio Om Willy. Wow ... Ternyata besar juga studio Om Willy, mereka segera masuk untuk menemui Om Willy. Di dalam ternyata sudah ramai orang menganteri untuk audisi. Annie melihat Om Willy sedang sibuk megurusi peserta-peserta yang ikut audisi.
“Om Billy ...” Panggil Hannie.
“Hannie, Annie ...” Jawab Om Willy.
“... Selamat datang di studio saya ...” Sambut Om Willy.
            Annie mendapat nomer 100, audisi di mulai jam 9 pagi dan di akhiri jam 3 sore. Mana mungkin sampai jam 3 akan menyelesaikan audisi? Pasti akan sampai dua hari untuk menyelesaikan audisi dengan 210 peserta. Hannie dan Annie menunggu di ruang tunggu, Hannie merasa bosan lalu ia pergi ke kamar mandi untuk membasuh mukanya. Kemungkinan Annie akan dipanggil untuk audisi pada jam 1 siang. Hannie mengajak Annie untuk makan siang terlebih dahulu. Ternyata pas! Ketika mereka datang di studio Annie langsung di panggil untuk audisi.
“Nomer urut 100, dengan nama Annie Kingsley. Silakan naik ke atas panggung.” Panggil MC.
“Hannie, do’akan aku ya ...” Pinta Annie. Tanpa ragu-ragu Annie segera naik ke atas panggung. Hannie merasa lebih membaik, ia menelpon bunda untuk meminta do’a.
“Five, six, seven, eight ...” Aba-aba dari salah satu juri.
“Bismillahirohmannirohim ... Ambilkan bulan buu, ambilkan bulan buu, yang slalu bersinar di langit, di langit bulan benderang cahayanya sampai ke bintang, ambilkan bulan buu,ambilkan bulan bu untuk menerangi tidurku yang lelap...” Nyanyi Annie. Hannie duduk di kursi penonton terharu, karena dia sangat menghayati lagu itu. Tanpa di sadari Hannie pun pelan-pelan menyukai lagu itu.
“Lumayan ...” Komentar Hannie, dengan agak sinis.
“Terimakasih, maafkan aku Hannie?” Mohon Annie.
“Ya! Permintaan maafmu diterima.” Jelas Hannie
“Bagaimana kalau kamu ikut bernyanyi dengan ku?” Pinta Annie.
“Hm ... Boleh.” Jawab Hannie. Tanpa pikir panjang Hannie segera naik ke panggung bersama Annie. Mereka berduet dengan membawakan lagu ‘Ambilkan Bulan Bu’. Hannie dan Annie tak menyadari bahwa sedari tadi bunda dan ayah melihatnya. Bunda menangis terharu melihat kedua bidadari cantiknya bernyanyi bersama.
            Setelah turun dari panggung, “AMAZING ... !!!” Teriak MC itu. Para juri pun juga berkomentar sama. Bunda dan ayah menghampiri Hannie dan Annie, mereka tersenyum bahagia, dari kejauhan tampak Om Willy tersenyum dan mengacungkan jempol kepada Hannie dan Annie. Tiga hari kemudian, mereka kembali datang ke studio Om Willy, mereka akan melihat pengumuman juara. Hari ini Hannie dan Annie di antar oleh ayah dan bunda. Karena ayah dan bunda sudah lepas tangan dari pekerjaanya, Hannie dan Annie merasa sangat senang.
            Sesampai di studio Om Willy, Hannie dan Annie segera masuk ke dalam untuk melihat pengumuman. “Horeee ... !” Teriak Hannie yang sudah masuk terlebih dahulu. Lalu Annie, bunda dan ayah megikuti. Ternyata Hannie berteriak karena Hannie dan Annie mendapatkan juara pertama dengan skor 95, mereka segera menemui Om Willy, untuk mengucapkan terimakasih. Om Willy menawari Hannie dan Annie untuk rekaman di studionya. Setelah ijin kepada bunda, dan bunda memperbolehkan mereka karena bunda sangat mendukung bakat kedua bidadari cantiknya tersebut. Sejak hari itu Hannie dan Annie menjadi sibuk. Satu minggu kemudian single mereka dirilis, dan dipasarkan.
            Hannie dan Annie mendapatkan kontrak menyanyi dari panggung ke panggung. Tetapi sebelum itu Hannie dan Annie rajin melatih fokal untuk memperbaiki suara mereka. Bunda selalu menyemangati dan mendo’akan bidadari cantiknya agar karir menyanyinya sukses. Single pertama mereka berjudul ‘Ambilkan Bulan Bu’. Lagu yang dulu di benci Hannie, tetapi sekarang Hannie menyukai lagu itu. Hannie dan Annie juga tidak melupakan sekolah mereka, walaupun mereka mempunyai jadwal yang padat Hannie dan Annie tetap menyempatkan untuk belajar. Bunda adalah malaikat serta pahlawan bagi Hannie dan Annie, bunda sudah mendukung dan menyemangati bidadari cantiknya. Hannie dan Annie sepakat untuk single keduanya berjudul ‘BUNDA’.
“Annie, bagaimana jika single kedua kita berjudul ‘Bunda’ ?” Usul Hannie.
“Hmm ... Bisa juga.” Jawab Annie singkat. Sejak itu Hannie sudah menjadi lebih dewasa, mau mengalah dengan Annie adiknya. Mereka jadi akur dan saling mengerti satu sama lain.
            Berbaiklah kepada saudaramu, karena saudara adalah teman paling dekat dan seseorang yang akan membantu kita jika dalam masalah. Maka sayangilah saudara-saudaramu. Do your best if you want get the best! Allahuakbar!

Cantik Luar Dalam ala Islam

Tidak cantik = Minder dan jarang disukai orang.
Cantik = Percaya diri, terkenal dan banyak yang suka.
AH MASA SIH??

        Itulah sekelumit rumus yang ada dalam fikiran wanita atau bisa juga akhwat. Sebuah rumus simple namun amat berbahaya. Darimanakah asal muasal rumus ini? Bisa jadi dari media ataupun oleh opini masyarakat yang juga telah teracuni oleh media- baik cetak maupun elektronik- bahwa kecantikan hanya sebatas kulit luar saja. Semua warga Indonesia seolah satu kata bahwa yang cantik adalah yang berkulit putih, tinggi semampai, hidung mancung, bibir merah, mata jeli, langsing, dll. Akibatnya banyak kaum hawa yang ingin memiliki image cantik seperti yang digambarkan khalayak ramai, mereka tergoda untuk membeli kosmetika yang dapat mewujudkan mimpi-mimpi mereka dan mulai melalaikan koridor syariĆ¢€™at yang telah mengatur batasan-batasan untuk tampil cantik. Ada yang harap-harap cemas mengoleskan pemutih kulit, pelurus rambut, mencukur alis, mengeriting bulu mata, mengecat rambut sampai pada usaha memancungkan hidung melalui serangkaian treatment silikon, dll. Singkat kata, mereka ingin tampil secantik model sampul, bintang iklan ataupun teman pengajian yang qadarullah tampilannya memikat hati. Maka tidak heran setiap saya melewati toko kosmetik terbesar di kota saya, toko tersebut tak pernah sepi oleh riuh rendah kaum hawa yang memilah milih kosmetik dalam deretan etalase dan mematut di depan kaca sambil terus mendengarkan rayuan manis dari si mba SPG.
Kata cantik telah direduksi sedemikian rupa oleh media, sehingga banyak yang melalaikan hakikat cantik yang sesungguhnya. Mereka sibuk memoles kulit luar tanpa peduli pada hati mereka yang kian gersang. Tujuannya? Jelas, untuk menambah deretan fans dan agar kelak bisa lebih mudah mencari pasangan hidup, alangkah naifnya. Faktanya, banyak dari teman-teman pengajian saya yang sukses menikah bukanlah termasuk wanita yang cantik ataupun banyak kasus yang muncul di media massa bahwa si cantik ini dan itu perkawinannya kandas di tengah jalan. Jadi, tidak ada korelasi antara cantik dan kesuksesan hidup!.

        Teman-teman saya yang sukses menikah walaupun tidak cantik-cantik amat tapi kepribadiannya amat menyenangkan, mereka tidak terlalu fokus pada rehab kulit luar tapi mereka lebih peduli pada recovery iman yang berkelanjutan sehingga tampak dalam sikap dan prinsip hidup mereka, kokoh tidak rapuh. Pun, jika ada teman yang berwajah elok mereka malah menutupinya dengan cadar supaya kecantikannya tidak menjadi fitnah bagi kaum adam dan hanya dipersembahkan untuk sang suami saja, SubhanAlloh. Satu kata yang terus bergema dalam hidup mereka yakni bersyukur pada apa-apa yang telah Alloh berikan tanpa menuntut lagi, ridho dengan bentuk tubuh dan lekuk wajah yang dianugerahkan Alloh karena inilah bentuk terbaik menurut-Nya, bukan menurut media ataupun pikiran dangkal kita. Kalau kita boleh memilih, punya wajah dan kepribadian yang cantik itu lebih enak tapi tidak semua orang dianugerahi hal semacam itu, itulah ke maha adilan Alloh, ada kelebihan dan kekurangan pada diri tiap orang. Dan satu hal yang pasti, semua orang bertingkah laku sesuai pemahaman mereka, jika kita rajin menuntut ilmu agama InsyaAlloh gerak-gerik kita sesuai dengan ilmu yang kita miliki. Demikian pula yang terjadi pada wanita-wanita yang terpaku pada kecantikan fisik semata, menurut asumsi saya, mereka merupakan korban-korban iklan dan kurang tekun menuntut ilmu agama, sehingga lahirlah wanita-wanita yang berpikiran dangkal, mudah tergoda dan menggoda. Mengutip salah satu hadist, Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam bersabda :

Siapa yang Alloh kehendaki kebaikan baginya, Alloh akan pahamkan ia dalam agamanya(Shahih, Muttafaqun alaihi).

       Hadist diatas dijelaskan oleh Syaikh Ibnu Baz bahwa ia menunjukkan keutamaan ilmu. Jika Alloh menginginkan seorang hamba memperoleh kebaikan, Alloh akan memahamkan agama-Nya hingga ia dapat mengetahui mana yang benar dan mana yang bathil, mana petunjuk mana kesesatan. Dengannya pula ia dapat mengenal Rabbnya dengan nama dan sifat-sifat-Nya serta tahu keagungan hak-Nya. Ia pun akan tahu akhir yang akan diperoleh para wali Alloh dan para musuh Alloh.

        Syaikh Ibnu Baz lebih lanjut juga mengingatkan betapa urgennya menuntut ilmu syariat:

Adapun ilmu syar'i, haruslah dituntut oleh setiap orang (fardhu ain), karena Alloh menciptakan jin dan manusia untuk beribadah dan bertaqwa kepada-Nya. Sementara tidak ada jalan untuk beribadah dan bertaqwa kecuali dengan ilmu syar'i, ilmu Al-Qur'an dan as Sunnah.

        Dus, sadari sejak semula bahwa Alloh menciptakan kita tidak dengan sia-sia. Kita dituntut untuk terus menerus beribadah kepadaNya. Ilmu agama yang harus kita gali adalah ilmu yang Ittibaurrasul (mencontoh Rasulullah) sesuai pemahaman generasi terbaik yang terdahulu (salafusshalih), itu adalah tugas pokok dan wajib. Jika kita berilmu niscaya kita akan mengetahui bahwa mencukur alis (an-namishah), tatto (al-wasyimah), mengikir gigi (al-mutafallijah) ataupun trend zaman sekarang seperti menyambung rambut asli dengan rambut palsu (al-washilah) adalah haram karena perbuatan-perbuatan tersebut termasuk merubah ciptaan Alloh. Aturan-aturan syariat adalah seperangkat aturan yang lengkap dan universal, sehingga keinginan untuk mempercantik diri seyogyanya dengan tetap berpedoman pada kaidah-kaidah syariat sehingga kecantikan kita tidak mendatangkan petaka dan dimurkai Alloh. Apalah gunanya cantik tapi hati tidak tentram atau cantik tapi dilaknat oleh Alloh dan rasul-Nya, toh kecantikan fisik tidak akan bertahan lama, ia semu saja. Ada yang lebih indah dihadapan Alloh, Rabb semesta alam, yaitu kecantikan hati yang nantinya akan berdampak pada mulianya akhlaq dan berbalaskan surga. Banyak-banyaklah introspeksi diri (muhasabah), kenali apa-apa yang masih kurang dan lekas dibenahi. Jangan ikuti langkah-langkah syaitan dengan melalaikan kita pada tugas utama karena memoles kulit luar bukanlah hal yang gratis, ia butuh waktu dan biaya yang tidak sedikit. Bukankah menghambur-hamburkan uang (boros) adalah teman syaitan?. JADI, mari kita ubah sedikit demi sedikit mengenai paradigma kecantikan.


Faham Syariat = CANTIK
Tidak Faham Syariat = Tidak CANTIK sama sekali!
Bagaimana? setuju?.
Dari Abu Hurairah, Rosullalloh saw bersabda
Sesungguhnya Allah tidak melihat fisik kalian dan rupa kalian akan tetapi Allah melihat hati dan amal kalian (HR. Muslim)


Mari kita simak syair indah dibawah ini:

Banyak lebah mendatangi bunga yang kurang harum
Karena banyaknya madu yang dimiliki bunga
Tidak sedikit lebah meninggalkan bunga yang harum karena sedikitnya madu

Banyak laki-laki tampan yang tertarik dan terpesona oleh wanita yang kurang cantik
Karena memiliki hati yang cantik
Dan tidak sedikit pula wanita cantik ditinggalkan laki-laki karena jelek hatinya

Karena kecantikan yang sejati bukanlah cantiknya wajah tapi apa yang ada didalam dada
Maka percantiklah hatimu agar dicintai dan dirindukan semua orang.

So, cantik luar itu sudah biasa, bagaimana kalau kita menciptakan cantik luar dan dalam. Berakhlakul karimah, sopan dan berprilakuan yang baik...